Jumat, 20 Februari 2015

Kata Inspiratif dari Film India

Kata Inspiratif dari Film India
Berikut beberapa kata inspiratif yang ada di film India:

AAP MUJHE ACHCHE LAGNE LAGE
“Mereka yang jatuh cinta, tak pernah kehilangan hati. Cinta tumbuh sendiri. Cinta bukan disengaja. Itulah sesuatu yang tidak diberikan kepada semua orang”

DILWALE DULHANIYA LE JAYENGE
“Kalau kebiasaan tidak berubah maka pada waktunya akan menjadi kebutuhan”

“Aku memang lahir dan besar di Inggris, tapi aku orang Hindustan. Aku kesini untuk menjadikanmu sebagai pengantin. Aku akan membawamu, hanya dengan seizin restu dari Ayahmu.”

“Dalam hidup kamu akan dihadapkan pada 2 jalan. Satu yang benar, dan satunya lagi salah. Jalan yang salah sangatlah mudah ditempuh, tapi jalan yang benar akan sangat sulit, banyak resiko dan masalahnya. Di jalan yang salah, awalnya kau akan merasa bahagia. Tapi pada akhirnya kau akan kalah. Sebaliknya di jalan yang benar kau harus tertatih, mengambil resiko dan bahaya. Tapi pada akhirnya kau akan menang”

“Bagaimanapun, mereka adalah orangtua kita. Sepanjang hidup kita, mereka sudah membesarkan kita. Mereka memberi banyak kita cinta. Soal hidup kita, mereka dapat memutuskan lebih baik dari kita. Kita seharusnya tak membuat mereka sedih, hanya untuk kesenangan kita.”

KUCH2 HOTA HAI
“Dibesarkan di London dan belajar disana, tidak membuatku lupa akan tradisi asalku”

“Sederhana !! Cinta adalah persahabatan . Jika dia tidak bisa menjadi temanku, aku tak bisa jatuh cinta padanya. Karena tidak ada cinta tanpa persahabatan.”

“Laki-laki akan menundukkan kepalanya pada 3 wanita saja. Pada ibunya, pada Dewi Durga, dan istrinya.”

“Ibu. Ibulah yang sangat mencintai kita hingga kadang kita tak mengerti cintanya. Ibulah yang membuat kita merasa bahwa kitalah yang terbaik, dan tak ada yang lebih baik dari kita. Ibulah kebahagiaan yang terpancar saat kita tersenyum. Dan kedukaannya saat kita bersedih. Tanpa ibu kita tak akan bertahan. Ibu. Ibu adalah segalanya.”

“kita lahir sekali dan mati sekali. menikahpun hanya satu kali.”

JODHAA AKBAR
“Untuk memenangkan hati seseorang, anda perlu mengetahui apa isi hati orang itu..”

3IDIOTS
“jadilah no satu!! Karena hanya no satu yang akan diingat”

“Jika kita menghadapi masalah, hati kita selalu merasa takut, maka kita harus membohongi hati kita. Letakkan tanganmu dihati, dan katakana semua pasti akan baik-baik saja.”

KHUSI
“kita mendapatkan masalah karena kita tidak mengungkapkan perasaan kita. Pura-pura membenci dan pura-pura mencintai.”

MOHABBATEIN
“Walaupun di dunia ini menyimpan kebencian, tapi di hati nurani tetap ada cinta.”

KAL HO NAA HO
“Hari ini berdo’alah untuk satu keinginan lagi karena besok kita tidak tahu entah hidup atau mati.”

RAB NE BANA DI JODI
“aku diam bukan berarti aku tidak bahagia.”

“lari dari manusia itu bisa, tapi lari dari tuhan itu tidak akan bisa dan dimanapun kita berada, tuhan selalu mengawasi kita.”

KABHI KUSHI KABHI GHUM
“dengan meminta maaf, tidak akan membuat derajat seseorang menjadi tinggi atau rendah, dan orang yang memaafkan pasti berhati mulia.”

MY NAME IS KHAN
“bukan agama yang membedakan orang di dunia ini, tapi antara orang baik dan orang jahat.”

“islam itu jalan cinta, bukanlah peperangan dan musuh.”

KABHI ALVIDA NAA KEHNA
“jangan ucapkan selamat tinggal, tapi ucapkanlah sampai jumpa. Karena siapa tahu kita akan bertemu lagi.”

YAADEIN
“jadilah seorang sahabat untuk anak-anakmu, dan bukan hanya sekedar seorang ayah.”

JAB TAK HAI JAAN
“Jika kita tidak bahagia, kita sendiri tidak akan pernah bisa membahagiakan orang lain.”

CHALTE-CHALTE
“aku tak ingin menjadi seorang yang sepanjang hidupnya menyesali sesuatu yang telah terjadi dengan hanya mengatakan seandainya.”

RA-ONE
“jadilah pahlawan yang menggunakan hati, bukan hanya dengan kekuatan fisik.”

“orang baik pasti mati, tapi kebaikannya masih tetap hidup. Maka jadilah pahlwan yang membela kebaikan.”

KRISSH
“setiap orang yang berjuang untuk kebaikan adalah pahlawan.”

Jumat, 13 Februari 2015

Ini Hobiku, Mana Hobimu? Part II


Hai Dost (sahabat), ketemu lagi nih :D. Oke, kali ini saya akan menceritakan hobi yang sudah menjadi identitas diriku. Ya, ngepoin India. Padahal dulunya saya biasa-biasa aja dengan India, hobi ini dimulai saat SMA kelas X semester dua. Saat itu saya baru membeli HP Nokia Supernova , kebetulan kartuku adalah tri (3) yang saat itu bisa mendownload video di Vuclip dengan gratis. Berawal mendengar lagu India di Radio, kemudian penasaran mencari video clipnya. Saya masih ingat video pertama yang di download adalah Kaho Naa Pyaar Hai. Berawal dari video, kemudian ke film, kemudian mencari tahu tempat syutingnya yang eksotis (ternyata kebanyakan di Kashmir) sampai mencari tahu kebudayaan India seperti apa. Begitulah saya, sangat tergila-gila dengan India.

Kata Cita Citata itu Sakitnya tuh disini tapi kata saya Senangnya tuh disini (nunjuk hati) ketika serial tv dari India booming di Indonesia. Tapi sayang, di kos gak ada tv. Haha. Kan bisa numpang di kost temen. Tapi lebih sukanya download, tak perlu menunggu jam tayang. Serial tv tersebut seperti Mahabharata, Jodha Akbar, Rahwana, Mahadewa dan yang terbaru Shakuntala. Ternyata serial tv India lebih bagus ya, daripada Indonesia. Serial tv India penuh dengan ajaran moral yang baik, terutama yang berkaitan dengan ucapan. Ya, mereka akan mempertanggungjawabkan ucapannya sampai mati bahkan ngomong keceplosanpun tidak bisa dicabut. “Semoga saja saya termasuk orang yang suka menjaga ucapan”. Aamiin..

Diantara banyak serial tv India, saya paling suka dengan Mahabharata. Ya, mungkin ini karena Basudewa Krishna. Basudewa mempunyai pribadi yang unik menurutku. Suka melakukan hal-hal aneh yang sulit dipahami orang lain, tingkah laku dan ekspresinya juga terkadang kekonyolan dan sulit ditebak. Mungkin kalau saya orang India akan bilang Pagal (gila). Haha.. Baru sadar, ternyata di kehidupanku ada orang yang seperti itu. mungkin saya sendirilah orangnya :D. Gak percaya? Taal bilang saya kentir, Juki bilang saya konyol, Bekhan bilang saya somplak. “Pikirkanlah hal itu :D” (semoga aja kentir, konyol & somplak dalam artian yang positif, #Aamiin). Basudewa juga seperti aku, sangat murah senyum. hehe...

Selain Basudewa, saya juga sangat suka dengan Putri Drupadi, putri yang lahir dari api suci saat upacara Yajna. “Subhanallah” itulah kata yang keluar saat saya melihat sesosok putri yang cantik jelita keluar (lahir) dari api. Cara jalannya begitu anggun menuruni tangga pemujaan yang dipenuhi oleh bunga-bunga, selendangnya pun menyala seperti bara api. Pokoknya Subhanallah banget. Hehe.. Kembali dibuat kagum oleh kecantikan wanita India ini. Ya, saat upacara swaramyar untuk dirinya dibuka, dia datang dengan cara yang sungguh subhanallah. Dia muncul dibalik bungkus bunga raksasa, tak kusangka memang. Bunga raksasa tersebut menyekap seorang bidadari. Dia keluar disambut oleh hamparan bunga-bunga dan diapun dihujani oleh bunga-bunga pula. Gelang kakinya pun terdengar crik, crik, crik  menandakan langkahnya berjalan. Begitulah suasana saat itu. Drupadi juga seorang wanita yang kuat, saat ia dilucuti pakaiannya (don’t negative thinking). Daripada penasaran, saya kasih video best memories of Pachali *versi saya (proses upload di youtube). Ini hasil karyaku sendiri loh..

Selain mereka berdua, saya juga kagum akan karakter seorang Karna. Nasibnya memang tidak beruntung, dibuang oleh ibu kandungnya sendiri (Kunti) saat baru dilahirkan. Tapi nilai-nilai kebenaran ada didalam jiwanya. Kesetiaannya pun tak perlu diragukan lagi. Tapi sayang, kesetiaannya itu diberikan kepada sahabatnya yang jahat (Duryudhana). Bahkan Karna tidak mau membela Pandawa saat perang Bharatayudha berkobar, walaupun dia sudah tahu jati dirinya tetapi dia tetap memilih Duryudhana. Alasannya lagi-lagi karena sudah berjanji kepada Duryudhana. Apakah janji harus tetap ditetapi walau salah?? Ntahlah, menurutku membela kebenaran lebih utama dibanding menepati janji tapi salah.


Itulah secuil hobiku.. semoga bermanfaat .. :D

#IDKS

Ini hobiku, Mana Hobimu? Part I


Hobimu apa? Hobiku banyak. Dari mulai berolahraga sampai ngepoin India. Ngepoin India adalah yang paling dikenal pada diri saya. Hehe.. Baiklah, saya akan jelaskan hobiku satu per satu.

Hobimu olahraga? Ya, olahraga bukan hanya sepakbola atau basket aja toh, yang penuh dengan aturan. Karena kalau main dua permainan tersebut pasti melanggar peraturan terus. Hehe. Jalan kaki, lari, bulu tangkis, renang itu juga termasuk olahraga kan? Olahraga semacam itulah yang saya sukai, karena peraturannya tak serumit sepakbola apalagi basket. Bahkan, sebenarnya saya lebih suka berangkat ke kampus dengan naik sepeda atau jalan kaki. Seperti pada awal-awal kuliah, saya sering melakukannya bersama sahabatku (Bekhan). Hobi ini (jalan kaki dan bersepeda) memang sudah saya lakukan sejak kecil. Ya begitulah. Menurutku dengan jalan kaki atau bersepeda lebih bisa menikmati perjalanan daripada harus naik motor. Tapi kalau jauh ya harus pake motor. Hehe. Teringat masa SMA, saya punya sahabat yang selalu pulang bareng dengan berjalan kaki. Awalnya hanya bertiga (saya, Anggi, Adi) yang kami sebut “three idiots” dan makin lama makin banyak anggotanya (seperti Ikhwan, Faisal, Udin, dan Andys). Tapi terkadang, ada sahabatku yang biasanya naik motor malah ikutan jalan kaki. Dan yang bikin aku heran, pasti ijinnya ke aku. Dianggapnya ketua geng lagi. Haha… padahal gak pernah merintah. Tapi minta tolong sih sering. Hehe.. Sekarang pun hobi tersebut masih saya lakuin loh, hampir setiap  minggu pagi saya bersama Bekhan Jogging muter- 
muter Sapen. Lumayan lah, olahraga :D

Benteng Vredeberg, Yogyakarta
Kedung Kayang, Magelang
Hobiku yang lain juga traveling, siapa sih yang gak suka jalan-jalan? Pasti semuanya pada suka, apalagi kalau gratis. Hehe.. Makanya dari dulu saya paling suka acara televisi yang tentang jalan-jalan, seperti Ngulik, my trip my adventures, hello paradise, dll. Memang saya suka sekali akan keindahan alam apalagi sampai berpetualang di alam bebas. Ketemu sama burung, ular, maupun buaya disertai cara menjinakkannya. Wow, keren tuh bisa njinakin ular dan buaya, sepertijejak petualang dan petulangan panji :D. Oh ya, selama di Jogja, saya sudah ke malioboro, alun-alunnya, pantai parangtritis, pantai-pantai di gunungkidul (baron, kukup, drini, krakal, sundak, indrayanti), ke goa yang ada di gunungkidul (namanya saya lupa, tapi kata kakakku goa tersebut sering dijadikan tempat syuting), air terjun sri gethuk, prambanan bahkan sampai ke Solo dan Magelang. Keunikanku ketika bertraveling adalah jarang foto-foto. Memang benar sih foto bisa buat kenang-kenangan. Tapi jika kebanyakan foto kita malah asyik mencari angel yang tepat bukannya menikmati wisatanya. Ketika fotonya hilang, hilang juga lah kenangan. Beda jika kita menikmatinya dulu, kenangan tersebut sudah masuk di otak kita.


Saat ini, Saya dengan Bekhan pun sudah merencakan akan pergi ke salah satu pulau sahabatku (rencak musik) saat akhir kuliah. Ya, saya sangat terpukau akan keindahan alamnya. Tapi saya pura-pura tidak terpikat akan keindahannya. “Lebih bagus Kashmir, surga dunia Asia Selatan” kataku untuk menutupi kegaguman. Haha.. supaya rencak musik tidak sok-sok’an lagi... :D

Rencana awal kami kesana adalah naik gunung di pulau tersebut. Saya pun sudah nanya dengan sahabatku yang asli sana. Biayanya sekitar 3juta’an. Yang ngusulin naik gunung itu Bekhan. Wajar saja dia mengusulkan seperti itu, karena dia sudah menaklukkan beberapa gunung di Jogja, Magelang, Semarang bahkan Dieng. Sedangkan gunung yang saya taklukkan baru Gunung Api Purba. Masa iya langsung ke gunung tersebut yang termasuk gunung tertinggi di Indonesia. Meninggal disana piye jal? Haha.. Makanya aku mengusulkannya menjelajahi dulu pantai-pantai eksotisnya. Tapi apapun yang akan terjadi nanti, yang penting saya bisa menginjakkan kakiku di pulau tersebut. Aamiinnnn…!!!

Hobi India-nya mana? Ini dia klik disini . Sengaja saya pisahkan karena dia istimewa. hehe :D
#IDKS

Jumat, 06 Februari 2015

Jurusan Ilmu Perpustakaan = Jurusan Serba Bisa

sumber : www.keepcalm-o-matic.co.uk

   Perpustakaan memang sudah banyak yang tahu. Tapi, yang tahu tentang Ilmu Perpustakaan sangat sedikit. Saya pun baru mengetahuinya ketika direkomendasikan oleh kakakku untuk kuliah di jurusan ini. Ketika mendengar jurusan ini, saya langsung bertanya ke kakakku:

   “Jurusan apa itu?”
   “ jurusan Ilmu perpustakaan, nanti kerjanya di perpustakaan”
   “ternyata ada kuliahnya? Masa jaga buku aja harus kuliah?”
   “Ya ada lah, nih modem. cari mahasiswa jurusan Ilmu Perpustakaan kalau lulus peluang kerjanya apa saja dan tenang aja mam, lulusan Ilmu Perpustakaan gak mesti jadi guru kok. Hahaha *kakakku tertawa”.

   Setelah sekian lama searching, saya menyimpulkan bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan jurusan yang asyik. Karena bisa tahu perkembangan informasi zaman sekarang sehingga tidak ada lagi kata “KUDET (Kurang Update)” dan saya pun jadi tahu kalau ada istilah pustakawan, padahal dulunya hanya tahu petugas perpustakaan. Disini, PUSTAKAWAN PETUGAS PERPUSTAKAAN. Pustakawan merupakan tenaga professional yang memerlukan pendidikan khusus (Ilmu Perpustakaan), sedangkan petugas perpustakaan tidak memerlukannya. Dengan alasan itulah saya memilih jurusan ini, walaupun itu bukan jurusan yang saya inginkan. Tapi justru yang mendapat restu dari Orangtuaku adalah jurusan ini. Jika orangtua merestui, pasti Allah akan memberi kemudahan. Itulah yang selalu kusematkan dalam hatiku. Dan itu benar-benar terjadi, ketika SNMPTN saya mengambil jurusan Agribisnis (jurusan yang saya inginkan) tapi tidak mendapat restunya sehingga tidak lolos. Namun ketika SBMPTN, saya malah lolos di jurusan Ilmu Perpustakaan berkat restu orangtuaku.

    “Alhamdulillah…Saya diterima” ucap syukurku pada-Mu Ya Allah.
   
   Pengumuman SBMPTN memang telah dibuka. Sehingga dari mulai saudara, teman, tetangga semua pada nanya. “Kuliah dimana?” di Yogyakarta. “Ngambil jurusan apa?” Ilmu Perpustakaan. Sudah kutebak, tidak ada yang tahu, persis seperti saya saat pertama kali mendengar jurusan ini dari kakakku. Jadi, yang kujelaskan pada mereka jurusan ini asyik, karena bisa selalu update informasi.
“Kegitan di perpustakaan kan hanya jagain buku aja!!” Mereka merespon dengan sangat kritis. Ketika itu saya tidak bisa menjawab, karena setahuku kegiatan yang ada di perpustakaan ya seperti itu. Tapi, jika sekarang masih ada yang mengatakan hanya jagain buku aja. Maka segera saya katakan “Maaf Bapak/Ibu, Mas/Mba, kegiatan yang ada di Perpustakaan bukan jagain buku. Melainkan bagaimana kami bisa mempertemukan pemustaka dengan informasi yang diinginkan secara tepat, cepat dan akurat. Dan jika Bapak/Ibu, Mas/Mba butuh informasi tentang apapun, kami bisa membantunya (bahasanya sudah sopan kan? Insya Allah sudah sesuai dengan kode etik pustakawan Indonesia, emang hanya dokter yang punya kode etik. Pustakawan pun punya J)”. Karena pada dasarnya lulusan Ilmu Perpustakaan didesain untuk menjadi manajer informasi.

   Di zaman sekarang, informasi sudah sangat membludak. Informasi dalam bentuk tercetak (buku, terbitan berseri, dll) dan non-cetak (film,audio visual, kaset, dll) yang setiap tahun selalu diterbitkan serta internet yang setiap detiknya selalu berubah. Nah, tugas pustakawanlah yang akan mengolah informasi-informasi (dalam semua bentuk) tersebut agar mudah ditemukan kembali.

   “Yang diolah terlalu banyak, otaknya gak pecah?” kan ada ilmunya, makanya kuliah di jurusan Ilmu Perpustakaan. Hehe..

   Lulusan jurusan Ilmu Perpustakaan juga mempunyai prospek masa depan yang cerah loh. Selain jadi pustakawan (gaji pustakawan lebih besar dari dosen, loh !!)  lulusannya juga bisa menjadi pengusaha, penulis, penerjemah dan semua pekerjaan bisa dilakukannya.

  “Bagaimana bisa?” kan setelah lulus jadi manajer informasi. Semua informasi pasti tahu lah. Mungkin kalau boleh, lulusan Ilmu Perpustakaan bisa dikatakan seperti Ali bin Abi Thalib atau mungkin dewa Shiwa (dewa ilmu pengetahuan).#Lupakan.. Hehe..


   Terbukti kan!!! Bahwa jurusan Ilmu Perpustakaan merupakan jurusan serba bisa. *, bukan versi on the spot
   #idks